Jerawat tidak selalu berhenti ketika peradangannya sudah sembuh. Pada sebagian orang, masalah yang justru lebih mengganggu adalah bekas yang ditinggalkan setelah jerawat menghilang.
Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya mengenai penyebab jerawat, faktor risiko, dan cara mencegahnya, Anda dapat membacanya terlebih dahulu pada artikel “Jerawat Tidak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya“.
Pada artikel ini, kita akan membahas mengapa bekas jerawat dapat terbentuk, jenis-jenis bekas jerawat yang sering ditemukan, serta berbagai pilihan terapi yang dapat membantu memperbaikinya.
Macam-Macam Bekas Jerawat dan Kenapa Jerawat Bisa Menjadi Acne Scar?
Jerawat merupakan proses peradangan yang terjadi pada kulit. Ketika peradangan berlangsung cukup dalam atau cukup lama, proses penyembuhan kulit tidak selalu berjalan sempurna.
Pada beberapa orang, kulit dapat sembuh hanya dengan meninggalkan perubahan warna sementara. Pada orang lain, peradangan yang lebih berat dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan kulit sehingga terbentuk cekungan yang dikenal sebagai acne scar atau yang sering disebut sebagai “bopeng”.
Secara umum, bekas jerawat dapat dibagi menjadi dua kelompok besar:
- Bekas jerawat berupa perubahan warna (pigmen)
- Bekas jerawat dengan perubahan jaringan struktural kulit atau “bopeng”
Bekas Jerawat Berupa Perubahan Warna (Pigmen)
Bekas jerawat jenis ini tidak menyebabkan perubahan bentuk permukaan kulit, melainkan hanya meninggalkan warna yang berbeda dibandingkan kulit di sekitarnya.
Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi (HPI)
HPI ditandai dengan bercak kecokelatan hingga kehitaman setelah jerawat sembuh. Kondisi ini terjadi karena proses peradangan merangsang produksi melanin secara berlebihan. HPI lebih sering ditemukan pada individu dengan warna kulit yang lebih gelap.
Eritema Pasca Acne (EPA)
EPA ditandai dengan bercak kemerahan yang menetap setelah jerawat mereda. Berbeda dengan HPI, EPA berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah kecil dan sisa proses inflamasi pada kulit. EPA lebih sering ditemukan pada individu dengan warna kulit yang lebih terang.
Bekas Jerawat berupa Bopeng
Acne scar terjadi akibat perubahan struktur jaringan kulit setelah proses penyembuhan jerawat yang tidak sempurna.
Berdasarkan bentuk dan kedalamannya dibagi menjadi:
Ice Pick Scar
Berbentuk lubang kecil namun dalam menyerupai tusukan jarum. Jenis ini termasuk salah satu yang paling sulit ditangani.
Rolling Scar
Memiliki bentuk cekungan yang lebih lebar dengan tepi yang tidak tegas sehingga permukaan kulit tampak bergelombang.
Boxcar Scar
Berbentuk cekungan dengan batas yang lebih jelas dan tepi yang lebih tegas dibandingkan rolling scar. Jenis inilah yang sering terlihat sebagai “bopeng” yang cukup nyata pada wajah.

Cara Mencegah Bekas Jerawat atau Acne Scar
Cara paling efektif untuk mengatasi bekas jerawat adalah mencegahnya terbentuk sejak awal.
Semakin cepat peradangan jerawat dikontrol, semakin kecil risiko terbentuknya bekas jerawat yang menetap.
Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko terbentuknya bekas jerawat antara lain:
- Mengontrol jerawat sejak dini
- Menggunakan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit
- Menjaga pola hidup sehat
- Mengelola stres dengan baik
- Menghindari memencet jerawat
- Menghindari penggunaan obat jerawat secara sembarangan
- Berkonsultasi dengan dokter apabila jerawat tidak kunjung membaik
Perlu diingat bahwa memencet jerawat dapat memperdalam peradangan dan meningkatkan risiko terbentuknya acne scar yang lebih permanen.
Apakah Skincare Bisa Menghilangkan Acne Scar atau Bekas Jerawat?
Jawabannya tergantung pada jenis bekas jerawat yang dimiliki.
Jika bekas jerawat berupa perubahan warna seperti HPI atau EPA, skincare tertentu dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan memudarkan bekas tersebut secara bertahap.
Namun jika yang dimaksud adalah acne scar atau bopeng, hasil yang diperoleh dari skincare saja umumnya sangat terbatas.
Hal ini terjadi karena pada acne scar sudah terdapat perubahan struktur jaringan kulit. Dengan kata lain, masalahnya bukan hanya terletak pada warna kulit, tetapi juga pada bentuk dan susunan jaringan di bawah permukaan kulit.
Beberapa bahan aktif yang sering digunakan untuk membantu memudarkan bekas jerawat berupa pigmen antara lain:
Niacinamide
Membantu memperbaiki skin barrier sekaligus membantu meratakan warna kulit.
Alpha Arbutin
Membantu mengurangi tampilan hiperpigmentasi dan mendukung proses pencerahan kulit.
Azelaic Acid
Dapat membantu mengurangi kemerahan akibat peradangan sekaligus membantu memperbaiki tampilan bekas jerawat tertentu.
Sunscreen
Proteksi terhadap sinar ultraviolet merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pemudaran bekas jerawat. Paparan UV dapat memperburuk pigmentasi dan memperlambat proses perbaikan kulit.
Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin tetap menjadi salah satu langkah dasar yang tidak boleh dilupakan.
Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat
Karena acne scar melibatkan perubahan struktur jaringan kulit, terapi yang digunakan umumnya bertujuan merangsang pembentukan kolagen baru atau memperbaiki struktur jaringan yang sudah mengalami perubahan.
Pemilihan terapi harus disesuaikan dengan jenis scar, kedalaman scar, kondisi kulit, serta tujuan perawatan masing-masing individu.
Beberapa terapi yang sering digunakan antara lain:
Chemical Peeling
Chemical peeling khusus dapat membantu memperbaiki Ice Pick Scar dan membantu mengatasi bekas jerawat berupa pigmentasi. Namun tidak semua jenis acne scar dapat diperbaiki hanya dengan chemical peeling.
Microneedling RF/Sylfirm X
Microneedling bekerja dengan membuat microchannel pada kulit untuk merangsang proses penyembuhan alami dan produksi kolagen baru. Menjadi salah satu opsi treatment yang efektif pada kasus EPA dan
Subsisi dan Collagen Stimulator
Subsisi merupakan prosedur yang bertujuan memutus jaringan fibrotik yang menarik permukaan kulit ke bawah. Collagen stimulator merupakan treatment tambahan yang ditujukan untuk mengisi ruang kosong dibawah scar dengan tujuan untuk membuat jaringan fibrotik yang sudah diputus tidak tersambung kembali sambil menstimulasi kolagenisasi kulit baru.
CO₂ Fractional Laser
CO₂ Fractional Laser bekerja dengan menciptakan mikro lesi terkontrol pada kulit sehingga merangsang proses regenerasi dan pembentukan kolagen baru.
Dalam praktiknya, tidak jarang diperlukan kombinasi beberapa jenis terapi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Kesimpulan
Bekas jerawat tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Sebagian hanya berupa perubahan warna seperti HPI dan EPA, sementara sebagian lainnya berupa perubahan struktur kulit yang dikenal sebagai acne scar atau bopeng.
Bekas jerawat berupa pigmentasi umumnya masih dapat dibantu dengan penggunaan skincare yang tepat dan perlindungan terhadap sinar ultraviolet. Namun pada acne scar yang sudah menyebabkan perubahan struktur kulit, sering kali diperlukan tindakan medis untuk mendapatkan perbaikan yang lebih optimal.
Karena setiap jenis bekas jerawat memerlukan pendekatan yang berbeda, evaluasi kondisi kulit secara langsung menjadi langkah penting sebelum menentukan terapi yang tepat.
Setiap bekas jerawat memiliki karakteristik yang berbeda. Jenis scar, kedalaman scar, warna kulit, serta riwayat peradangan akan memengaruhi pilihan terapi yang paling sesuai.
Di DC Beauty Clinic, dokter akan membantu mengevaluasi kondisi kulit secara menyeluruh dan menyusun rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien untuk mendapatkan hasil yang optimal dan tetap mengutamakan kesehatan kulit.
